.

Recent Posts

Prediksi Uruguay Vs Inggris Piala Dunia 2014

Setelah sebelumnya kedua Timnas (Inggris dan Urauguai) telah mengalami kekalahan dari masing-masing lawannya, kini keduanya berhadapan pada Grup D Piala Dunia 2014.
Dipastikan Uruguay dan Inggis akan berjuang keras untuk mendapatkan kemenangan dalam pertandingan tersebut. Arena Corinthians, Sao Paulo, Kamis (19/6/2014) akan menjadi saksi pertarungan keduanya.

Kemungkinan Uruguay dan Inggris akan menurunkan komposisi pemain terbaiknya, mengingat keduanya dalam kondisi harus menang jika ingin melanjutkan kompetisi. Striker Uruguay, Luis Suarez, yang absen ketika kalah dari Kosta Rika, kemungkinan besar akan menjadi tumpuan lini depan tim.

Duetnya bersama Edinson Cavani bisa menjadi petaka lini belakang Inggris yang tidak cukup solid. Apalagi, Luis Suarez mengenal baik para pemain Inggris, karena dia berkarier di negera tersebut.

"Aku mengenal seluruh pemain Inggris. Mereka rekan dan juga lawanku. Mereka memiliki beberapa kelemahan dan kami akan memanfaatkannya," kata Luis Suarez.

Ancaman dari Suarez patut diwaspadai pasukan Roy Hodgson. Meski membawa para pemain bertabur bintang, permainan Inggris masih belum mencerminkan sebagai negara kuat kandidat peraih Piala Dunia 2014.
Rekan Suarez di Liverpool, Daniel Sturridge, yang menjadi ujung tombak Inggris, berjanji akan membawa negaranya tampil lebih baik.

"Aku ingin melakukan segala kemampuan untuk memenangi pertandingan nanti. Aku tidak ingin mencurangi permainan dengan cara apapun," ujar Sturridge.

Keyakinan tinggi harus menjadi modal utama bagi Uruguay dan Inggris. Mereka tentu tidak ingin menderita kekalahan kedua, yang memungkinan peluang lolos dari babak penyisihan semakin menipis.

Prakiraan susunan pemain

Uruguay: Fernando Muslera; Martin Caceres, Diego Godin, Sebastian Coates, Ivaro Pereira; Cristian Stuani, Egidio Arevalo, Walter Gargano, Cristian Rodriguez; Edinson Cavani, Luis Suarez
Pelatih: Oscar Tabarez

Inggris: Joe Hart; Glen Johnson, Phil Jagielka, Gary Cahill, Leighton Baines; Steven Gerrard, Jordan Henderson; Danny Welbeck, Wayne Rooney, Raheem Sterling; Daniel Sturridge
Pelatih: Roy Hodgson

Kemungkinan absen
Uruguay: Maxi Pereira (skors), Diego Lugano (cedera)
Inggris: Alex Oxlade-Chamberlain (meragukan)

Rekor pertemuan
26/6/1954 - Uruguay 4-2 Inggris (Piala Dunia)
11/7/1966 - Inggris 0-0 Uruguay (Piala Dunia)
22/5/1990 - Inggris 1-2 Uruguay (Persahabatan)
29/3/1995 - Inggris 0-0 Uruguay (Persahabatan)
1/3/2006 - Inggris 2-1 Uruguay (Persahabatan)

Performa lima pertandingan terakhir
Uruguay: K-M-M-S-M
Inggris: K-S-S-M-M

Prediksi
Bwin: 3,50 - 3,60 - 2,10
William Hill: 3,40 - 3,20 - 2,20.
15:33 | 0 comments | Read More

Benarkah 'MALEFICENT' Dalam Versi Angelina Jolie Manampilkan Perkosaan?

Baru-baru ini Film MALEFICENT tengah ramai diperbincangkan di dunia maya, film yang baru beberapa hari tayang tersebut dikabarkan film yang dibintangi Angelina Jolie tersebut telah tersisipkan adegan pemerkosaan. Seperti diketahui bahwa MALEFICENT merupakan film yang diadaptasi dari dongeng untuk anak-anak, jadi benarkah ada adengan perkosaa di film tersebut?

Sebenarnya kalau menurut saya ini hanya akal-akalan marketing saja :D. Pasalnya adegan 'perkosaan' yang ada dalam film bukan adegan perkosaan secara seksual. 'Perkosaan' dalam MALEFICENT berkaitan dengan adegan hilangnya sayap Maleficent.

Dalam cerita, dikisahkan Maleficent (Jolie) terbuai dalam rayuan Stefan. Pria yang disangka Maleficent mencintainya tersebut ternyata membiusnya dan memotong kedua sayap yang menjadi salah satu kekuatan Maleficent.
Di pagi harinya, Maleficent menemukan bahwa kedua sayapnya itu telah dipotong secara paksa. Ia bersimbah darah di tempat tidur. Adegan inilah yang dianggap oleh sang aktris sebagai sebuah bentuk 'pemerkosaan'.

"Apa yang terjadi padanya [Maleficent] seperti pemerkosaan. Ia tak punya pilihan. Sayapnya diambil secara paksa dan kasar. Penonton, terutama anak kecil pasti melihatnya sebagai sebuah pemaksaan atau bisa jadi pemerkosaan. Mungkin anak-anak akan marah dibuatnya," ujarnya.Jolie punya alasan tersendiri mengapa ia membandingkan adegan tersebut dengan pemerkosaan. Ia mewakili banyak korban kekerasan seksual yang ada di dunia. Sering ia berkeliling ke negara-negara miskin bersama PBB. Salah satunya adalah berkunjung ke Kongo untuk memberikan penyuluhan tentang pemerkosaan yang marak di sana.

Karena Maleficent adalah sosok yang diidolakan oleh Jolie. Oleh karenanya ia melihat perannya itu dalam sudut pandang yang berbeda. Baginya Maleficent adalah penyihir yang mengalami trauma.

Melihat teaser-teaser yang sudah ada, seperti sosok Maleficent di matamu? Atau kamu perlu menonton filmnya lebih dulu? Kini filmnya sudah bisa ditonton di bioskop-bioskop terdekat di kotamu lho.
15:22 | 0 comments | Read More

Mencoba Sensasi Google Glass di Jakarta



Meski keberadaannya sudah diumumkan semenjak 2012 lalu, Google Glass masih jarang ditemui di negeri asalnya, apalagi di Negara Indonesia. Kacamata pintar tersebut memang masih terdapat di tahap "beta" alias belum diproduksi massal.

Penggunanya pun terbatas. Mei lalu, Google mengirimkan Glass Explorer Edition versi awal ke 8.000 individu terpilih yang mengikuti program Glass Xplorer. Salah satu dari mereka merupakann Ivan Yudhi, seorang programmer asal Negara Indonesia yang bekerja di perusahaan software AS, OSIsoft.

Google mengundang orang-orang yang tinggal di Amerika Serikat untuk berpartisipasi di program Glass Explorer. Ada satu syarat yang mesti dipenuhi supaya bisa punya kiriman Glass Explorer Edition dari Google, yakni memberi penjelasan yang meyakinkan tentang tujuan pemakaian Google Glass itu nantinya. "Saya bilang saja mau pakai Glass untuk main gitar," ucap Ivan, yang memang hobi memainkan alat musik tersebut.

Ivan lalu membawa Google Glass ke Negara Indonesia, tepatnya di kantor Kibar Kreasi Negara Indonesia, bilangan Menteng, Ibu Kota Jakarta, di hari menjelang malam Natal, 24 Desember 2013. Dia berinisiatif memboyong perangkat itu ke Tanah Air sesudah berkenalan dengan Chief Executive Kibar, Yansen Kamto, untuk keperluan pengembangan aplikasi yang sesuai di Negara Indonesia.

Sejumlah developer yang sengaja didatangkan antusias mencoba perangkat yang untuk kebanyakan orang terkesan "misterius" ini, tidak terkecuali Kompas Tekno.

Bingkai dengan layar

Pertama menyaksikan nya secara langsung, Google Glass ternyata tidak benar-benar mempunyai "kaca" seperti yang mungkin dikesankan oleh namanya. Perangkat ini berbentuk serupa frame kacamata sederhana dengan sisi kanan yang tebal, dilengkapi sepasang dudukan untuk hidung sertaa sebuah layar (prisma) kecil yang terpasang di bagian tempat mata kanan berada.


Oik Yusuf/Kompas.com
Google Glass merupakann perangkat serupa kacamata (tanpa kaca) berbentuk asimetris. Frame bagian kanan lebih tebal sebab memuat touchpad, prisma layar, sertaa komponen-komponen internal
Frame tebal tadi adalah touchpad sekaligus bagian utama Google Glass yang menampung semua komponen utama perangkat ini, termasuk SoC, flash memory 16 GB, dan camera 5 megapiksel dengan lensa wide yang menghadap ke arah depan. Tak ketinggalan speaker bone transducer yang menempel ke bagian kepala persis di belakang telinga.

Google Glass akan membikinn pemakainya terlihat seperti tokoh-tokoh di film fiksi ilmiah futuristis, dengan perangkat "visor" bertengger di kepala. Layar prisma kecil berperan sebagai medium interaksi utama sertaa memajang beragam macam informasi di antarmuka sederhana.
Tampilan layar itu ternyata cukup tajam meski dengan ukuran kecil. Tulisan-tulisan sertaa gambar terlihat jelas, walaupun asal mulanya terasa agak aneh sebab kesan yang di raih seperti menyaksikan TV mungil yang menggantung di sisi kanan bidang pandang.

Suara dari Glass terdengar amat jelas, seakan-akan berasal dari di kepala sebab disalurkan langsung ke tulang di belakang telinga yang bertanggung jawab soal pendengaran. Karena hal ini pula, audio Glass hanya bisa didengar oleh pemakainya sendiri.
oik yusuf/ kompas.com Ivan Yudhi, orang yang mempunyai Google Glass asal Negara Indonesia yang memboyong perangkat itu ke Tanah Air
Mungkin lantaran belum terbiasa, saat sibuk memandangi layar Google Glass, Kompas Tekno tidak sepenuhnya awas dengan lingkungan sekitar. Kedua mata terlihat seperti melirik ke atas sebab berusaha fokus dengan apa yang ditampilkan di layar. Perilaku ini terihat jelas oleh orang lain.
Soal interaksi, input diberikan melalui dua cara utama. Yang perdana merupakann perintah suara dengan cue "Ok Glass", diikuti komando yang diinginkan. Ketika pengguna mengucapkan "Ok Glass, take a picture," sepertii, Google Glass akan menjepret photo. Begitu pula saat pengguna berkeinginan merekam video maupun meminta panduan arah ke sebuah tempat
Lalu, terdapat pula cara swiping dengan menyapu touchpad di bagian kanan frame Google Glass. Satu kali tapping akan mengaktifkan display, mengutamakan sapuan ke bawah sertaa ke atas masing-masing berfungsi untuk mematkan layar sertaa menjalankan kegunaan navigasi "back". Adapun swiping ke arah kiri sertaa kanan dipergunakan untuk menjelajah menu interface yang tersedia.

oik yusuf/ kompas.com Bagain belakang frame yang melebar dari Google Glass merupakann speaker bone-transducer yang mengirimkan gelombang suara langsung ke bagian di telinga
Gesture untuk navigasi ini sengaja dibikinkan sederhana (atas-bawah-kiri-kanan) supaya mudah digunakan. Di samping itu, terdapat pula opsi menengokkan kepala ke arah atas untuk menyalakan layar selama beberapa detik. Ini bisa dipergunakan untuk menyaksikan jam di Google Glass dengan cepat.

Sebelum digunakan, Google Glass mesti tersambung terlebih dahulu melalui Bluetooth ke smartphone berbasis Android (Operating Sistem Besutan Google) maupun iOS (Operating Sistem Besutan Apple). Google menyediakan aplikasi me memiliki nama MyGlass untuk mempermudah hal ini. My Glass bisa diunduh di toko aplikasi masing-masing platform.

Tersedia pula sejumlah aplikasi yang dirancang special untuk Google Glass di toko aplikasi Glassware, mencakup judul-judul populer seperti Facebook sertaa Twitter.

"First person"

Tentu, salah satu hal yang paling mengundang rasa penasaran dari Google Glass merupakann kemampuannya merekam gambar dari perspektif first-person alias sudut pandang orang perdana .

Dengan unit camera yang diletakkan persis di depan mata pengguna, Google Glass dapat menghasilkan photo maupun video yang terlihat seakan-akan diambil dari apa yang dilihat sertaa dialami sendiri oleh pemakainya.

oik yusuf/ kompas.com
Unit camera di Google Glass
Lensa wide-angle membantu menangkap pemandangan yang terdapat di depan pengguna, terutama sebab preview pandangan camera tidak ditampilkan saat mengambil photo. Akan tetapi, proses perekaman video bisa dilihat melalui layar.

Selain perintah suara, pengambilan gambar bisa diperbuat dengan menekan sebuah tombol kecil yang letaknya di sisi atas frame bagian kanan. Untuk menjepret photo, tombol ini cukup ditekan satu kali, mengutamakan perekaman video bisa diperbuat dengan menekan sertaa menahannya.

oik yusuf/ kompas.com
Tombol kecil berwarna perak di sisi atas frame bagian kanan ini berfungsi untuk mengambil photo sertaa video
Seperti apa kualitas tangkapan gambar Google Glass? Kamera 5 megapiksel dari perangkat ini ternyata bisa menghasilkan photo yang lumayan bagus di keadaan cukup cahaya di luar ruangan.

Kualitasnya bisa disetarakan dengan camera di smartphone masa kini. Dalam situasi di ruangan, hasil photo akan menurun cukup jauh, tetapi ini adalah hal wajar yang  juga dialami oleh kebanyakan camera di gadget mobile.

Foto bisa diambil dengan aspect ratio 4:3 maupun 16:9, bisa pula diimbuhi dengan keterangan terkait tempat pengambilan photo seperti nama tempat sertaa keadaan cuaca sebab Google Glass mempunyai fasilitas GPS sertaa terkoneksi dengan beragam layanan Google.

Kemampuan video Google Glass yang sampaii kualitas HD (1.280 x 720) juga cukup bagus, meski rekaman suara terdengar agak kasar. Contoh-contoh photo sertaa video dari Google Glass bisa dilihat di bawah ini.
Kibar Kreasi Negara Indonesia Contoh photo Google Glass di keadaan outdoor. Perhatian semua orang seakan terlihat terpusat di si pemakai Google Glass. Foto sudut pandang orang perdana ini mewakili apa yang dilhat oleh pengguna
Kibar Kreasi Negara Indonesia Contoh photo Google Glass di situasi outdoor
Kibar Kreasi Negara Indonesia Contoh photo Google Glass di situasi Indoor

Wicak Hidayat/ Kompas.com
Foto Google Glass bisa diambil dengan rasio 16:9 sertaa diimbuhi informasi tempat pengambilan gambar


Berdasarkan pengalamannya, Ivan mengatakan bahwa perekaman video akan menguras tenaga batteryGoogle Glass. Perangkat ini akan kehabisan daya di waktu kurang dari satu jam apabila dipakai untuk merekam video terus-menerus.

Untuk penggunaan kasual sehari-hari, Ivan mengaku Google Glass miliknya bisa bertahan selama lebih kurang 8 jam. "Untungnya, waktu pengisian batteryrelatif singkat, hanya sekitar satu setengah jam," ungkap dia. Proses charging ini sama dengan kebanyakan gadget mobile, yakni dengan menggunakan port micro-USB.

Bukan untuk yang berkacamata

Perjumpaan Kompas Tekno dengan Google Glass berlangsung relatif singkat, tetapi itu pun sudah cukup untuk tutup usia kan kesan yang mendalam. Tak salah apabila perangkat ini dikatakan revolusioner sekaligus mengundang kontroversi.

Karena praktis untuk mengambil gambar, sepertii, Google Glass banyak disukai, tetapi di sisi lain juga dibenci oleh kalangan yang khawatir dengan persoalan privasi orang lain. Aspek lain yang juga menyenangkan merupakann semua aktivitas dengan Glass bisa diperbuat secara handsfree, setidaknya tanpa perlu menggenggam perangkat di tangan sehingga memberi kebebasan lebih untuk pengguna.

Sayang, sejauh ini Google terbaru menyediakan Glass untuk pengguna dengan mata normal alias tidak berkacamata. Perangkat ini memang bisa "ditumpangkan" di atas frame kacamata, tetapi posisinya tidak stabil sertaa rawan terjatuh.

oik yusuf/ kompas.com
Google Glass belum bisa dipakai dengan nyaman oleh orang berkacamata
Google sendiri berjanji akan merilis versi Glass yang kompatibel dengan prescription glass alias kacamata saat sudah diproduksi masal nanti. Raksasa mesin pencari itu beberapa waktu lalu sudah melepas Google Glass Explorer Edition 2.0, tetapi perangkat tersebut sejauh ini masih adalah barang hasil produksi beta yang menggunakan para "explorer" sebagai pengujinya.

Lalu, kapan Glass akan siap dirilis untuk khalayak umum? "Gosipnya sih, Mei tahun ini, di konferensi Google I/O 2014," ucap Ivan singkat.
08:37 | 0 comments | Read More

Telkomsel Bakal Jual Google Glass, Berapa Harganya?



Operator telekomunikasi Telkomsel berencana menjual Google Glass di Negara Indonesia. Perusahaan sedang mempelajari peluang untuk memasarkan kacamata pintar buatan Google tersebut.

Vice President Technology & System Telkomsel Ivan C Permana mengatakan, pihaknya masih berkomunikasi dengan Google untuk peluang kerja sama tersebut. Tetapi , Ivan belum bisa memastikan kapan barang hasil produksi itu akan dikomersialkan di Negara Indonesia.

Telkomsel berencana nya akan mendatangkan Google Glass melalui SingTel, salah satu pemegang saham Telkomsel. Jika hal itu memungkinkan, maka Telkomsel akan menjual Google Glass di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 20 juta, sertaa dibundel dengan layanan Telkomsel.

"Kita masih pelajari sertaa menyaksikan animo masyarakat. Dari sana akan kelihatan berapa unit yang diperlukan," ujarnya di sela acara Telkomsel Digi Expo 2014 di Ibu Kota Jakarta, hari Selasa (22 April 2014). Ivan melanjutkan, Telkomsel juga memerhatikan soal izin dari regulator sebab barang hasil produksi ini sering dikaitkan dengan isu privasi.

Di acara Telkomsel Digi Expo 2014 ini, Google Glass menjadi salah satu barang hasil produksi yang dipamerkan Telkomsel.

Google Glass menuju di kategori perangkat pintar yang bisa dipakai di tubuh manusia maupun wearable device.

Produk yang diperkenalkan di konferensi pengembang aplikasi Google I/O di Juni 2012 ini sebelumnya hanya dijual kepada orang-orang terpilih.

Untuk umum, Google sudah meng gelar kejuaraan penjualan Glass di hari Selasa (15 April 2014). Dalam penawaran yang berlaku selama satu hari tersebut, Google membanderol Glass seharga 1.500 dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 17 juta), ditambah bonus sepasang kaca lensa maupun sebuah bingkai.

Pada penjualan perdana tersebut, Google Glass ludes terjual, dibeli oleh mereka yang penasaran dengan kemampuan yang di memiliki kacamata pintar ini.

08:25 | 0 comments | Read More

Blog Archive